WHAT TIME IS IT?

Sabtu, 04 Mei 2013

Campur Aduk

Mau menceritakan Kronologi Ibu :'(


Tanggal 12 April 2013
Ibu dan Bapak baru pulang dari kantor. Seperti biasa Teh dan Kopi sudah harus tersedia di meja makan. Tapi hari itu berbeda, karena dirumah lagi mati lampu. (bisa karena listrik mau naikkk!!). Dan Ibu langsung ngambil makan karena Ibu laper. Setelah selesai makan, Ibu langsung ke kamar dan tidur karena badan Ibu lemas. Dan saat itu juga, badan ibu tiba-tiba panas. Akhirnya, bapak dan Adik gue langsung bawa paksa Ibu ke klinik untuk berobat. Kenapa dipaksa ya karena Ibu gak pernah mau untuk berobat, dia bilang "Takut ketauan penyakitnya".
Setelah selesai, ternyata gue ditelpon sama Bapak, Bapak bilang "Ibu harus dirawat mba karena Hemoglobin nya 4,5 dan Trombosit nya 62.000" dan disitu lah gue nangis, kaget, dan gak karuan hati dan pikiran gue. Ibu, Bapak, dan Rafi pulang dulu untuk ngambil baju selama Ibu di Rumah Sakit. Akhirnya, sampai lah di Rumah Sakit dan masuk IGD, di situ Ibu mendapat pelayanan yang lumayan baik lah ya. Test Lab lagi ternyata hasilnya malah makin menurun Hemoglobin nya 4 dan Trombositnya turun 25.000.  Di IGD kita nungguin hampir 4-5 Jam karena Ibu butuh cairan Infus, dan susternya me-loading Infusan agar cepat dapat cairan. Dan, ternyata eyang dan mbah uti nyusul kerumah sakit. Sekitar jam 11.30 malam barulah masuk ke ruang rawat inap. Dan, alhamdulillah dapet kesempatan untuk ngerawat Ibu dan jagain Ibu selama sakit.

Tanggal 13 April 2013
Ibu semalam muntah-muntah karena pengaruh dari obat. Setelah itu, Ibu mandi. Dan makan pagi, disitu gue yang suapin Ibu. Dan suster dan Dokter visit untuk ngasih tau kalau Hemoglobin nya turun lagi jadi 3,4 dan Trombositnya 11.000. Tapi Dokter bilang ini hanya DBD Akut dan harus bedrest. Oke, setelah Dokternya pulang, gue pun ikutan pulang karena gue ada kuliah hari itu. Dan setelah selesai kuliah, gue pulang kerumah dan jemput Adek dan Eyang menuju Rumah Sakit. Dan ternyata Ibu pindah ruang, Alhamdulillah dapet ruang VIP. Jadi, lega deh hehe dan biar Ibu lebih tenang lagi kalau pindah kamar.  Malam nya dapat kabar, kalau Hemoglobin Ibu turun lagi jadi 3 dan Trombosit malah naik jadi 30.000. Dan disitu suster bilang “Ibu butuh darah B, hari itu juga”. Alhamdulillah, stok darah di PMI ada 4 kantong. Dan akhirnya, ibu transfusi darah.

Tanggal 14 April 2013
Seluruh keluarga kumpul dalam satu ruangan. Tapi tetap Ibu terbaring lemah dengan transfusi darah nya dan selang oksigen. Itu hati gue makin sedih ngeliat Ibu pake selang Oksigen tapi gue tahan untuk mengeluarin airmata. Dan Alhamdulillah, Hemoglobin Ibu naik drastis. Tapi Ibu ngeluarin darah dari air kencing, pup, dan gusi giginya. Dan disitu, gue gak tega lihat ibu seperti itu. 

Tanggal 15 April 2013
Seluruh keluarga masih berkumpul. Tetap Ibu terbaring lemas dengan muka yang pucat dan kuning masih memakai selang Oksigen. Setelah sholat Maghrib, gue dan keluarga besar pun pulang kerumah. Cuma bapak yang jaga Ibu di Rumah Sakit. Hati gue berat banget, buat ninggalin Ibu. Dan disitu gue gak sadar, kalo Ibu bilang “Maafin Ibu ya, Mba” dan gue pun jawab “Iya, Bu”. (Tapi itu pertanda)

Tanggal 16-17 April 2013
Semua keluarga dan pacar gue, nyembunyiin semua dari gue. Kalau Ibu masuk ICCU. Dan gue disitu cuma kalau Ibu pindah Rumah Sakit karena supaya Ibu dapat fasilitas dan darah yang lebih dan canggih alat-alatnya. Tapi disitu gue nangis, dan gue tetap berfikiran positif. Gue baru diceritain, setelah Ibu meninggal kalau Ibu sebelum dirujuk ke RSCM, Ibu sempat muntah-muntah, lemas dengan mata setengah tertutup. Selama diperjalanan, Dan Ibu pun di diagnosa kena penyakit Hepatitis A dan Liver. Ibu masih sadar dan ngomong ke Bapak nanya keadaan dam kabar Gue, Adek, dan Eyang gue. Setelah sampai Rumah Sakit, dan Ibu langsung di bawa ke IGD, dan disitu lah Ibu sudah tidak sadar (koma).

Tanggal 18 April 2013
Gue masih masuk kuliah, tapi gue izin praktikum. Akhirnya, gue dibolehin jengguk. Horeeee!! Tapi pas sampai di Rumah Sakit, suasana jadi sepi dan gak enak! Dan tau, kalau di ICCU. Berlinang lah airmata gue, pas ngetahui itu. Dan gue dibolehin masuk ke dalam, kalau hati gue udah tenang. Akhirnya, gue masuk dan ternyata gue cuma bisa nyebut “Astagfirullahalazim”. Dan gue pun cium tangan Ibu, setelah itu gue cerita semua isi hati gue ke Ibu. Sambil gue elus-elus kening dan rambut ibu, sambil nangis pula gue ngomong ke Ibu. Disitu Ibu terlihat nangis dan sesak tapi tidak mengeluarkan airmata. Setelah keluar dari dalam, airmata pun keluar lagi. :”( Dan ternyata Dokter pun, ngasih tau kalo Ibu pun kena penyakit Pendarahan Otak dan Lupus.

Tanggal 19, April 2013
Hati gue gak tenang sama sekali. Dan ternyata benar, dengan hati gue yang gak tenang itu gue dibuat nangis lagi dengan dapat kabar kalau Ibu sudah meninggal. Langsung lah, pacar gue berangkat dengan pesawat. Dan ngehubungi semua teman-teman gue. Setelah itu, jenazah datang dan airmata puun makin berlinang. Untuk yang terakhir kalinya, gue mencium kening dan pipi Ibu. Dan gue bisikin di telinganya, untuk meminta maaf atas kesalahan gue dan pacar gue. Dan membuka restu untuk gue dan pacar gue nantinya. Dan disitu, gue memberanikan diri untuk memandikan Ibu. Banyak orang yang berdatangan, melihat dan mendoakan Ibu. Sholat Magrib pun berkumandang. Alhamdulillah banyak yang menyolatkan dan ngikut ke pemakaman. Alhamdulillah.. Subhanallah.. Semoga Amal Baik mu semasa di dunia diterima oleh-Nya. Amin Ya Rabbal Alamin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar